Beranda > Uncategorized > Suporter Berkaos Bonek Tewas Dihajar Aremania di Gresik

Suporter Berkaos Bonek Tewas Dihajar Aremania di Gresik

Suporter Berkaos Bonek Tewas Dihajar Aremania di Gresik. Kesalahpahaman antar suporter kembali menelan korban tewas. Kali ini suporter yang hendak menonton Persegres Vs Arema menjadi korban pengeroyokan Aremania. Kejadian pengeroyokan bermula ketika korban M Erik Setiawan beserta 7 orang rekannya, termasuk korban Erik dan Andri hendak menonton pertandingan antara Persegres melawan Arema Indonesia.

Kejadian tersebut berawal saat Andre dan Erik menggunakan kostum Bonek. Mereka hendak menyaksikan pertandingan sepak bola antara Persegres melawan Arema di GOR Tri Darma PT Petrokimia Gresik. Tiba-tiba saat melintas di pintu gerbang Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, bertemu rombongan suporter Arema yang langsung menghajar Andre dan Erik hingga babak belur.

Setelah menjalani perawatan insentif di RSUD Ibnu Sina, M Erik Setiawan (17) Bonek asal Desa Kepuh Klagen Kecamatan Wringinanom. akhirnya menghembuskan nafas terakhir karena pendarahan parah pada kepala bagian belakangnya setelah dihajar oleh rombongan Aremania ketika hendak menonton pertandingan Persegres lawan Arema Indonesia di Stadion Petrokimia Gresik, Kamis (7/3).

Kepolisian Sektor (Polsek) Kebomas, menjelaskan bahwa tawuran antarsuporter tersebut merupakan salah sasaran. “Sebenarnya suporter yang dikeroyok tersebur akibat salah sasaran, sebab suporter tersebut akan menonton pertandingan Persegres vs Arema hanya saja ia berkostum bonek,” kata Kompol Yulianto kepada media saat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ibnu Sina, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo.

Tidak hanya itu, ada 3 korban lainnya yang mengalami pendarahan di bagian kepalanya akibat ulah anarkis dari Aremania. Mereka yang jadi korban yakni Andri Subagio (17), Erik Pranata (17) keduanya pemuda Desa Kepuh Klagen Kecamatan Wringin Anom. Sedangkan, satu korban lainnya adalah Supriyanto (22) warga Desa Bareng Kecamatan Benjeng.

Pengakuan Erik Pranata, saat itu Aremania mulai mencegat mereka di tengah jalan. Karena merasa kalah jumlah, Erik dan teman-temannya akhirnya berhenti juga. Namun, kesempatan itu dimanfaatkan oleh para Aremania itu untuk mengeroyok Erik dan teman-temannya.  Dengan menggunakan berbagai benda keras, mulai pentungan hingga batu, mereka menghajar Erik. 5 orang teman Erik Pranata berhasil kabur menyelamatkan diri. Sedangkan, Erik Pranata, M Erik Setiawan, dan Andri Subagio tidak sempat menyelamatkan diri.

Kejadian ini tentu mencoreng sportivitas olah raga khususnya sepak bola. Sebab kerusuhan antar suporter seringkali memicu kekerasan yang berujung kematian. Harus ada sebuah treatment khusus agar sportivitas suporter terjaga dari nilai-nilai negatif

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: