Beranda > Uncategorized > Facebook Bantu Ingatan Penderita Amnesia

Facebook Bantu Ingatan Penderita Amnesia

Umumnya, orang menggunakan Facebook sebagai pengalih penat dari aktivitas kehidupan, ataupun sekadar hiburan ringan dengan menyapa teman secara digital. Tapi, bagi Mayank Sharma, jejaring sosial itu lebih dari sekedar hiburan, tapi juga penghubung ke masa lalu.

Facebook ternyata bisa membantu memulihkan penyakit hilang ingatan, seperti yang dialami Mayank Sharma, warga New Delhi, India. Pria berusia 29 tahun ini menderita amnesia setelah serangan TB meningitis.

Pada 2010, dia terjangkit TB meningitis, sebuah infeksi pada membran yang melindungi otak. Penyakit yang mengancam jiwa ini menyerang sistem saraf pusat tubuh, menyebabkan peradangan pada jaringan sekitar otak dan tulang belakangnya. Meski Sharma selamat, tapi ia meninggalkan rumah sakit seminggu kemudian tanpa memori dari 26 tahun sebelum hidupnya.

“Saya hanya ingat terbangun, dengan tidak ada ingatan. Saya bahkan tidak bisa mengenali refleksi sendiri,” ujar Sharma dalam sebuah video. “Sama sekali tidak masuk akal, saya tidak tahu apa artinya hubungan, bahwa dia adalah ayah saya, dia adalah ibu saya, ini adalah saudara saya,” ujarnya seperti dilansir dari Huffington Post.

Kondisi tidak mengenakkan itu membuat Sharma stres. “Saya tidak bisa membalas emosi dari orang-orang yang dekat kepada saya,” tulisnya dalam blog. “Mereka telah mengenal dan mencintai saya selama 28 tahun, sementara kedalaman emosi saya terhadap mereka hanya dua (tahun) terakhir,” aku Sharma.

Berangkat dari keinginan mempelajari hidupnya, dia mencoba blog Pick My Brain, sebuah blog yang ditujukan untuk memulihkan kenangan, lengkap dengan semua MRI dan CT scan.

Dia juga mencoba perangkat Google, untuk membantu dalam pencariannya. Ia mulai Googling dirinya sendiri untuk browsing account Gmail-nya. Akun ini membantu memulihkan ingatannya di masa lampau, Sharma menemukan sejak 2004 ia telah berinteraksi dengan 889 orang profesional maupun personal melalui Gmail.

“Terima kasih ke Gmail, saya telah mampu mengumpulkan tahun paling penting dari kehidupan dewasa saya. Jadilah itu, urutan mendalam artikel dan buku suntingan dengan editor saya, atau mengirimkan rekomendasi musik dan film kepada teman, setiap email memberitahu saya sesuatu tentang diri saya dalam kata-kata saya sendiri, bahwa saya tidak ingat,” katanya kepada Lighthouse Insights.

Bantuan Facebook
Sharma tidak berhenti pada Google saja, ia mencoba menggunakan jejaring sosial Facebook untuk merangkai kehidupan masa lalunya. Ia kemudian mencoba berkenalan dengan menggunakan fitur People You May Know.

Dia mulai dengan halaman yang mengajak semua orang membantu kesembuhannya. Dia mengklik melalui album foto, berharap petunjuk kontekstual untuk bisa melejitkan kenangan.

“Ketika saya memutuskan untuk menjangkau orang dan menemukan kembali diri saya yang lama, saya tahu akan ada beberapa keseriusan. Tapi saya pikir itu harga kecil untuk membayar hampir tiga dekade berharga dari pengalaman pembelajaran,” kata Sharma.

Ia memberi kredit kepada Facebook dan Google yang membantunya dalam mencari masa lalu yang hilang, Ia menyebutkan bahwa sosial media menambah dimensi baru untuk ilmu saraf.

Dan setelah lebih dari dua tahun mencoba untuk membangun kembali kehidupan sebelumnya, pemulihan Sharma masih memiliki jalan panjang. Para dokter meyakini Sharma akan pulih ingatannya akhirnya, menulis Facebook Stories, meskpun itu tidak mudah.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: