Beranda > Uncategorized > Tiap 22 Menit Seorang Wanita Diperkosa di India, Ada Apa dengan Negeri Bollywood?

Tiap 22 Menit Seorang Wanita Diperkosa di India, Ada Apa dengan Negeri Bollywood?

Ilustrasi/guardian.co.uk

MUMBAI-Kasus pemerkosaan di India tampaknya terus menerus berkembang. Mulai dari pemerkosaan oleh sekelompok orang terhadap mahasiswi kedokteran sampai yang terbaru kasus pemerkosaan terhadap turis Swiss yang sedang berwisata ke negeri itu.

Menurut data dari National Crime Records Bureau di India, setiap 22 menit seorang wanita diperkosa di India. Seorang anak diperkosa setiap 76 menit.. Hanya 1 dari 4 tersangka yang dibawa ke pengadilan kemudian dihukum.

Antara 1971 sampai 2011, kasus pemerkosaan meningkat 873%. Kasus perkosaan adalah yang terbesar dari semua jenis kejahatan. Belum lagi sejumlah kasus yang tidak dilaporkan karena alasan sosial.

Ada apa dengan India?

Gelombang protes besar pun berlangsung sejak kasus mahasiswi kedokteran yang diperkosa hingga akhirnya meninggal dunia itu mencuat di awal Januari itu. Wanita-wanita di India merasa resah tentang keselamatan mereka.

Dunia internasional juga merasa khawatir. Pemerintah Inggris bahkan mengeluarkan travel warning untuk warga negaranya menyusul pemerkosaan yang menimpa turis Swiss yang sedang berkemah bersama suaminya itu.

Sayangnya, hingga kini tidak ada tindakan nyata yang terlihat dilakukan oleh pemerintah India. Sebuah media lokal India, Firstpost, menyatakan salah satu alasan mengapa belum ada tindakan nyata yang tegas dari pemerintah India adalah karena pemerintah belum mengakuinya besarnya masalah ini.

“Kita memiliki masalah, masalah yang serius. Hanya saja kita tidak mau mengakuinya,” tulis media lokal Firstpost.

Meskipun terkenal dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, bangsa India selama ini juga terkenal dengan bangsa yang berbudaya. Belum lagi, agama Hindu yang menjadi agama dominan di negara itu juga mengajarkan untuk menghormati wanita.

Benarkah kemiskinan sebegitu menghimpitnya sehingga para pria meluapkan kemarahan (dan kebutuhan seksualnya) kepada wanita mana pun yang ditemui? Ataukah desakan budaya ke-Timur-an yang masih sangat mentabukan masalah seks justru membuat kasus ini lebih mudah terjadi lalu lepas begitu saja karena rendahnya kesadaran wanita untuk melaporkan pemerkosaan?

Seperti disampaikan oleh media lokal Firstpost, mungkin sudah saatnya pemerintah India bersikap serius menanggapi masalah ini sebelum masalah ini menghancurkan salah satu bangsa terbesar di dunia ini.

“Kita perlu memiliki pendekatan yang lebih komprehensif. Dan ini memerlukan debat yang pintar. Situasi ini benar-benar tidak terkendali. Ini saatnya kita serius.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: